Posts

Pesan Ibu Masa Depan

Nak.. beberapa tahun lalu ada sebuah bencana yang datang ia membuat semua orang membungkam mulut mereka masih bisa bersua namun lebih sulit terdengar gerak langkah pun harus dibatasi bahkan hanya untuk mengeluhpun rasanya tak pantas dulu ibu senang sekali berkeliling tinggal dari atap satu lalu ke atap yang lain meski hanya sekadar menaruh beban dan bertingkah konyol Nak.. ibu belajar banyak tentang memanusiakan manusia saat itu betapa indahnya memiliki empati dan kepekaan sosial saling bahu membahu meski tak saling mengenal dan ibu menyadari satu hal lagi nak.. kehadiran dari seseorang itu sangat berarti apalagi jika kehadiran itu sudah tak didapat lagi ibu cukup berpesan padamu anakku.. teruslah berbuat baik dan hargai setiap pertemuan yang ada berbuat baik tidak harus memiliki kekayaan bertriliunan tidak harus memiliki jabatan tertinggi juga toh jika sudah dapat duduk namun empati terkikis yaa percuma saja nak..

Dongeng Marsinah - Sapardi Djoko Damono

/1/ Marsinah buruh pabrik arloji, mengurus presisi: merakit jarum, sekrup, dan roda gigi; waktu memang tak pernah kompromi, ia sangat cermat dan pasti. Marsinah itu arloji sejati, tak lelah berdetak memintal kefanaan yang abadi: “kami ini tak banyak kehendak, sekedar hidup layak, sebutir nasi.” /2/ Marsinah, kita tahu, tak bersenjata, ia hanya suka merebus kata sampai mendidih, lalu meluap ke mana-mana. “Ia suka berpikir,” kata Siapa, “itu sangat berbahaya.” Marsinah tak ingin menyulut api, ia hanya memutar jarum arloji agar sesuai dengan matahari. “Ia tahu hakikat waktu,” kata Siapa, “dan harus dikembalikan ke asalnya, debu.” /3/ Di hari baik bulan baik, Marsinah dijemput di rumah tumpangan untuk suatu perhelatan. Ia diantar ke rumah Siapa, ia disekap di ruang pengap, ia diikat ke kursi; mereka kira waktu bisa disumpal agar lenkingan detiknya tidak kedengaran lagi. Ia tidak diberi air, ia tidak...

Melepas Perahu Sang Tuan

Perahu itu mulai menepi ke tepian Jangkarnya menyentuh pasir secara perlahan Ku kira Tuan akan menetap dan bertahan Melanjutkan ukiran kisah yang dulu sempat tertahan Betapa bahagianya diri ketika sedang datang mengunjungiku, Tuan Bercengkrama dan menikmati senja yang sedang menampakkan diri Bersama-sama mengukir nama kita dengan belati Tak luput ukiran tanda sayang berbentuk hati yang berharap akan terpatri Ku rasa kedekatan kita mungkin melebihi intuisi Yang tak pernah luput ku sebut dalam do'a dan ku tulis dalam diari Berpergian mengelilingi pulau dengan perahu penuh kenangan Tak mengira akhirnya pedih itu tiba meruntuhkan Segala mimpi yang ku harap dapat bersama dilakukan Dengan gagah Tuan melompat dari perahu harapan Disusul dengan wanita berparas cantik yang Tuan bantu untuk turun Tuan.. Ku kira kau datang untuk melanjutkan kisah yang belum tamat ini Tapi kepergianmu menamatkan cerita sepotong ini secara sepihak Tuan.. Kini perahumu ad...

Kita Semua Pemula

Image
Menjumpai Diri Setiap manusia memiliki keinginan atau egonya sendiri.  Beberapa menunjukkannya, dan sisanya memilih untuk bersembunyi.  Ini peran ego. Kebaikan yang ditunjukkan maupun keburukan yang terkesan baik.  Mengharap akan datangnya rasa bahagia dalam hati, namun malah jatuh sendiri.  Aku memanglah pemula.  Meskipun jatuh berulang-ulang, aku melakukan hal yang sama. Hingga kejenuhan enggan untuk menyapa. Aku memanglah pemula. Untuk setiap langkah yang mengisyaratkan ada. Namun ternyata itu bukanlah hal nyata. Dan inilah kisah aku, yang ingin berjumpa dengan diri yang sebenarnya. Siapa aku? Dan mengapa aku ada?

Media Bersekat, Ramadhan Melekat

Bagaimana kabar iman hari ini? Hal yang selalu dipertanyakan selepas membuka mata Berkedip juga termasuk bukan? Ramadhan kali ini benar berbeda adanya. Tidak seramai dulu, meskipun aku juga jarang dirumah karena tuntutan tugas. Tidak ada bocah cilik yang nangis di tengah rakaat terawih. Tidak ada yang berbondong-bondong datang paling awal untuk dapat shof paling belakang. Tidak ada lagi dharus ngaji bocah cilik di mushola dan menunggu datangnya takjil dari para tetangga. Tidak ada lagi pesta kembang-api selepas tarawih. Meskipun geram, dan memutar memori, aku rindu. Sekarang dipenuhi oleh para orang tua. Dharus ngaji hanya ada akan berbuka dan selepas tarawih. Hanya bisa bersembunyi dalam bilik kamar dan melirihkan suara Berharap energy yang dihasilkan lebih besar daripada diluar. Meskipun tersekat oleh media CoViD-19, ramadhan adalah bulan yang selalu ditunggu-tunggu. Banyak yang bisa disyukuri dengan keadaan yang berbeda. Banyak kegiatan kebaikan yan...

Masa Ambivert (1)

Tentang Aku . . . orang berpikir bahwa dia adalah makhluk yang paling ceria, dan baik hatinya. tak pernah ia menolak untuk membantu orang lain, dan mendengarkan keluh dalam pelik dari seseorang teman itu katanya, namun ia tak pernah bisa menilai apa yang ada dalam pikirannya. ia runtuh sesaat melihat sendu dan rindu ia runtuh sesaat melihat luka yang tak kunjung sembuh ia runtuh, ingin diam tapi keadaan sudah merubahnya menjadi seseorang yang berbeda harus tangguh, harus kuat, harus mawas diri ya gapapa, semua ada masanya. 🙊🙉🙈🍁