Media Bersekat, Ramadhan Melekat
Bagaimana kabar iman hari ini?
Hal yang selalu dipertanyakan selepas membuka mata
Berkedip juga termasuk bukan?
Ramadhan kali ini benar berbeda adanya.
Tidak seramai dulu, meskipun aku juga jarang dirumah karena
tuntutan tugas.
Tidak ada bocah cilik yang nangis di tengah rakaat terawih.
Tidak ada yang berbondong-bondong datang paling awal untuk
dapat shof paling belakang.
Tidak ada lagi dharus ngaji bocah cilik di mushola dan
menunggu datangnya takjil dari para tetangga.
Tidak ada lagi pesta kembang-api selepas tarawih.
Meskipun geram, dan memutar memori, aku rindu.
Sekarang dipenuhi oleh para orang tua.
Dharus ngaji hanya ada akan berbuka dan selepas tarawih.
Hanya bisa bersembunyi dalam bilik kamar dan melirihkan
suara
Berharap energy yang dihasilkan lebih besar daripada diluar.
Meskipun tersekat oleh media CoViD-19, ramadhan adalah bulan
yang selalu ditunggu-tunggu.
Banyak yang bisa disyukuri dengan keadaan yang berbeda.
Banyak kegiatan kebaikan yang dilakukan secara daring.
Dan kedatangan tamu prasangka pun kini terlampau sering.
Media, kabarkanlah berita kegembiraan ini menyambut
ramadhan.
Meskipun tersekat, kebaikan akan selalu melekat.
Semoga segera berakhir, dan bisa menerimamu sebagai tamu
Dengan alih ingin memperpanjang tali sebuah restu.
Comments
Post a Comment