Posts

Showing posts from May, 2020

Dongeng Marsinah - Sapardi Djoko Damono

/1/ Marsinah buruh pabrik arloji, mengurus presisi: merakit jarum, sekrup, dan roda gigi; waktu memang tak pernah kompromi, ia sangat cermat dan pasti. Marsinah itu arloji sejati, tak lelah berdetak memintal kefanaan yang abadi: “kami ini tak banyak kehendak, sekedar hidup layak, sebutir nasi.” /2/ Marsinah, kita tahu, tak bersenjata, ia hanya suka merebus kata sampai mendidih, lalu meluap ke mana-mana. “Ia suka berpikir,” kata Siapa, “itu sangat berbahaya.” Marsinah tak ingin menyulut api, ia hanya memutar jarum arloji agar sesuai dengan matahari. “Ia tahu hakikat waktu,” kata Siapa, “dan harus dikembalikan ke asalnya, debu.” /3/ Di hari baik bulan baik, Marsinah dijemput di rumah tumpangan untuk suatu perhelatan. Ia diantar ke rumah Siapa, ia disekap di ruang pengap, ia diikat ke kursi; mereka kira waktu bisa disumpal agar lenkingan detiknya tidak kedengaran lagi. Ia tidak diberi air, ia tidak...

Melepas Perahu Sang Tuan

Perahu itu mulai menepi ke tepian Jangkarnya menyentuh pasir secara perlahan Ku kira Tuan akan menetap dan bertahan Melanjutkan ukiran kisah yang dulu sempat tertahan Betapa bahagianya diri ketika sedang datang mengunjungiku, Tuan Bercengkrama dan menikmati senja yang sedang menampakkan diri Bersama-sama mengukir nama kita dengan belati Tak luput ukiran tanda sayang berbentuk hati yang berharap akan terpatri Ku rasa kedekatan kita mungkin melebihi intuisi Yang tak pernah luput ku sebut dalam do'a dan ku tulis dalam diari Berpergian mengelilingi pulau dengan perahu penuh kenangan Tak mengira akhirnya pedih itu tiba meruntuhkan Segala mimpi yang ku harap dapat bersama dilakukan Dengan gagah Tuan melompat dari perahu harapan Disusul dengan wanita berparas cantik yang Tuan bantu untuk turun Tuan.. Ku kira kau datang untuk melanjutkan kisah yang belum tamat ini Tapi kepergianmu menamatkan cerita sepotong ini secara sepihak Tuan.. Kini perahumu ad...